Rabu, 27 Januari 2010

Rakom SBL Jalin Persaudaraan Antar Umat

(Jombang-AlhaRaka) ‘Semoga semakin jaya di udara’. Ucapan selamat atas kesuksesan Radio Komunitas (Rakom) Suara Budi Luhur (SBL) FM di Dusun Ngepeh Desa Rejoagung Kecamatan Ngoro Jombang di tahun ke-6, datang dari berbagai organisasi masyarakat, instansi pemerintah, para pengusaha maupun sesama Rakom. Ini membuktikan jangkauan radio tersebut semakin luas, sehingga diharapkan jalinan persaudaraan antar umat beragama di wilayah itu semakin erat.

Sebuah perjalanan panjang turut mewarnai berdirinya Rakom SBL FM. Keberhasilan menjaga komitmen akan radio komunitas tentunya ditunjang oleh keberadaan fans yang selalu turut memberikan support baik materi maupun non materi. Karena tidak jarang banyak radio komunitas yang beralih haluan menjadi radio komersil, karena tuntutan kebutuhan operasional radio yang begitu banyak. Namun hal ini tidak terjadi di Rakom SBL. Kuncinya adalah tetap kompak dan semangat untuk mempertahan nilai luhur yakni hidup rukun antar umat. Tidak heran bila rakom ini memiliki fans yang beragam agama. Dan program acaranya pun lebih bernuansa untuk memperkuat kerukunan antar umat beragama. Mulai dari hiburan, informasi, pendidikan, dan juga religius.

Menurut H. Khamdi, ketua PBL (Paguyuban Budi Luhur) yang merupakan induk organisasi Rakom SBL memberikan mandat untuk terus mengembangkan Suara Budi Luhur dengan tetap diatas rel radio komunitas yang manjadi dasar berdirinya SBL. “Rakom SBL adalah sebuah wadah alternatif yang dinamis untuk umat beragama. Dimana semua agama mampu hidup berdampingan dengan indah, yang mana semua agama melupakan perbedaan, sehingga muncul kebersamaan guna mencegah perpecahan. Berbeda dengan informasi yang disampaikan oleh berbagai media yang banyak kelompok dari satu dan yang lainnya saling menunjukkan egoisme sendiri-sendiri, sehingga yang tercipta adalah kebencian yang akan menghancurkan kelompok tersebut karena masing-masing tidak mau menghargai perbedaan, dan ingin menang sendiri,” tuturnya.

Masih menurut Khamdi, radio komunitas SBL merupakan sebuah wadah yang benar-benar mempunyai visi misi yang jelas. Untuk itu ia mengharap bahwa radio SBL terus berlanjut dan semakin berkembang hingga keluar kota sesuai yang dicita-citakan. Dan selalu siap untuk menghadapi hidup yang terus berkelanjutan agar semua orang mau menanam kebaikan, dengan menghormati perbedaan. Karena dia yakin, semua agama adalah baik tidak ada agama yang bertujuan merusak. Sesuai dengan jargon radio yang mengudara setiap hari yakni ‘radio bolone dewe, tambah suwe tambah ngejreng’. “Semoga dengan Ultah ke 6 ini, rakom SBL tambah dewasa dan tambah jaya di udara” ucap Khamdi semangat.

Dulu frekuwensi SBL tepat pada posisi 107,7 MHz dengan ketingian antena hanya 25 meter di tahun 2003. Sekarang, berkat dukungan para fans, ketinggian antena mencapai 42 meter dan frekuwensi 100,9 MHz. Sayangnya, fans yang berada di beberapa wilayah Kecamatan Bareng tidak mampu mengakses frekuwensi tersebut.

Namun begitu, laju perkembangan radio komunitas SBL dalam kurun waktu 6 tahun dinilai cukup baik dari tahun ke tahun. "Kini SBL sedang menata administrasi dan menejemen kelembagaan agar legal dimata hukum. Hal ini memerlukan perjuangan berat, karena prasyarat yang harus dipenuhi cukup rumit dan memerlukan waktu relatif lama. Dalam proses perjuangan ini para krew akan tetap mengudara meski belum ada ijin resmi dari Komisi Penyiaran Jawa Timur” ujar Sandra.

Masih menurut Sandra, pada tanggal 2 Nopember 2009 pengurus yang terdiri dari ketua, bidang penyiaran, bidang keuangan, jurnalis, dan teknisi akan pergi ke Surabaya, dalam rangka EDP (evaluasi dengar pendapat) untuk mempresentasikan dan menjelaskan data permohonan IPP (ijin peyelengara penyiaran) serta studi kelayakan lembaga penyiaran di SBL FM. “Kami berharap semoga proses presentasi beberapa perwakilan SBL ini sukses, agar kami dapat mengudara dengan tenang tanpa takut adanya intimidasi akan dibredel,” kata Sandra.

Di radio komunitas SBL, jika ditotal perkembangannya antara pendengar pasif dan aktif bisa mencapai 5-10 ribu orang, terlihat dari perolehan atensi maupun kiriman atensi dari para fans. Ini menunjukkan peningkatan dari tahun 2006-2009. Anggota yang sudah pasti biasanya sering datang ke studio, meskipun hanya cangkruan ataupun sekedar menyapa penyiar. Hal ini menunjukkan kesuksesan radio SBL tergantung fans di berbagai kota," terangnya.

Ultah SBL, Ultah Fans
SBL akan tetap terbuka bagi siapa saja, tidak pilih-pilih dan tidak membeda-bedakan antara agama, ras, dan suku. Yang terpenting adalah untuk menjalin kerukunan umat, dimana antar fans dapat menjalin silaturrohim dan saling berbagi pengalaman hidup. Dalam capaian kesuksesan ini, yang harus selalu di pupuk adalah menumbuhkan regenerasi baru, baik dari kru penyiar maupun para fans. Pun dengan kegiatan nguri-nguri tradisi jawa yang bercirikan khas Jombang, mulai dari kesenia tari, ludruk, wayang beserta dalang dan pengiringnya sinden.

Menurut ketua Fans Mimbar Wibisono, kebersamaan untuk saling memiliki dapat diwujudkan melalui banyak hal. Diantaranya selalu menciptakan kebersamaan ditiap momen. Seperti halnya momen Ultah ke 6 ini, tanpa komitmen kuat para fans untuk turut berkorban memberikan waktu, tenaga, materi tentunya tidak akan pernah sukses. “Saya sangat bangga kepada Rakom SBL, dimana antara fans yang satu dan lainya selalu saling menghargai hingga tidak ada konflik yang tercipta. Yang ada hanya kedamaian dan kerukunan, semua sadar bahwa persatuan akan mampu menjaga kedamaian yang abadi dalam pergaulan sehari-hari. Kami memang menganjurkan setiap fans kiranya mau menyumbangkan materi sedikit untuk proses operasional Ultah. Dan dari anjuran seihlasnya inilah anggaran terkumpul dan dijadikan untuk selamatan bersama ” ujar laki-laki kelahiran Sidowayah Bareng tahun 1959 yang lalu.

Masih menurut Mimbar, baginya tidak masalah bagi para fans yang tidak bisa menyumbang karena terdesak oleh kebutuhan sehari-hari. Yang terpenting adalah hadir dan turut berkumpul dalam momen bersama, dari berbagi kebahagiaan inilah akan terdorong rasa saling memiliki antar fans. Dan ketika dirinya ditanya tentang susahnya menjadi ketua fans, tentunya tidak mudah baginya untuk mempertahankan kegiatan untuk tetap dinamis. Dimana ia tidak memperoleh gaji atas jabatan yang diembanya, malah tugas yang menumpuk selalu menuggu kala kegiatan sedang berlangsung. Namun baginya tidak ada kata susah dalam menjalani jabatan ketua Fans, karena setiap hari Mimbar selalu bertemu dengan orang-orang baru yang turut mengagumi keberadaan Rakom SBL ditengah-tengah wilayah yang penuh dengan keragaman agama. “Hati saya selalu riang gembira mbak, tak ada sedih ketika berjumpa dengan para fans. Bagi saya
Ini adalah anugrah dan mandat suci untuk menciptakan kebersamaan ditengah keberagaman,” tambahnya.

Selain momen tahunan, kegitan bulanan yang telah berjalan cukup lama adalah kegiatan arisan dan kardus terbang. Setiap tanggal 15 anggota fans yang aktif bertemu, namun tanggal ini juga menyesuaikan kesibukan para fans. Seperti pada hari raya tiap agama, tentunya antara umat yang satu dan yang lainya sadar akan kesibukan persiapan hari raya. Maka alternatif kesepakatan yang telah berlangsung, biasanya tanggal dimajukan atau diundur. Menurut Nilam, salah satu penyiar SBL mengatakan bahwa arisan sebesar Rp 10 ribu mampu mempererat tali persaudaraan antar fans. “Jika tidak ada rutinan SBL juga sepi, ini pernah terjadi setahun yang lalu, sempat arisan sudah habis dan cukup lama fakum tanpa kegiatan ditambah lagi para fans juga jarang berkunjung ke studio. Rasanya ada yang kurang gitu ketika siaran,” kenag Nilam.

Adapun kardus terbang ini diperuntukan kepada hal-hal yang tersifat mendadak, jika sewaktu-waktu radio membutuhkan biaya operasional yang membengkak. Disamping kardus terbang, para fans juga setiap arisan melakukan iuran seribu perbulanya. Dari sinilah operasional Rakom SBL diambilkan dan atas kesadaran para fans juga SBL terus berlanjut dan semakin mantap gaungnya ditengah maraknya radio komersil. Tidak ada kalimat yang indah dalam ahir tulisan ini kecuali ucapan selamat dari para pengemmar SBL di seluruh pelosok desa ‘Semoga SBL akan terus jaya di udara selamanya’. (Din-din Alha-raka)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar